Sabtu, 27 September 2014

Review Apartemen Berhantu + Buku Gratis dari gue



Judul Buku : Apartemen Berhantu

Penulis : Rettania

Jumlah Halaman : 122 halaman


Blurb

Luna tidak suka dengan unit apartemen tempat tinggal barunya; jauh dari sekolah, sempit, sepi, kotor, dan... dikabarkan berhantu. Awalnya, Luna tidak percaya, sampai sekelebat penampakan putih yang seram itu terus-menerus muncul di kamarnya—seperti hendak menyampaikan sesuatu.

Rahasia apa yang tersembunyi di sana? Dan kenapa sang ibu seperti ikut menutupi-nutupi? Luna harus menemukan jawabannya, sebelum semua terlambat...




Review:

Buku Novel horror berjudul "Apartemen Berhantu" ini adalah salah satu buku horror yang wajib dimiliki, memang judulnya terlihat simple, tapi isinya diluar dugaan gue. Awalnya gue pikir cerita yang diangkat biasa saja, tapi setelah baca prolog dan epilognya, gue langsung penasaran, dan ngebaca sampai habis dengan cepat. Saking serunya cerita, sampe gak mau letakin buku, sebelum halaman terakhir.

Ketika membaca sebuah novel, gue sangat suka menebak-nebak bagaimana akhir cerita yang gue baca ini. Apakah akan berakhir dengan kesenangan dan kebahagiaan, atau apakah akan berakhir dengan kedukaan dan kesedihan, atau mungkin saja akan berakhir dengan akhir yang mengerikan.

Hal yang sama berlaku ketika gue membaca novel Apartemen Berhantu ini. Gue nebak-nebak dulu bagaimana endingnya, tapi karena gak ketebak juga ,gue baca deh epilognya. Hehe

Selain Prolog dan Epilog, Novel ini berisi 13 bab yang isinya menarik sekaligus menyeramkan untuk dibaca pada saat malam hari.


Nih, kisi-kisi kisahnya 

Kisi-Kisi :
Seorang wanita bernama Luna pindah tempat tinggal ke sebuah apartemen. Ia mendengar katanya apartemen yang ditempatinya sekarang bersama Bunda ada hantunya, memang apartemen ini sebelumnya menggunakan lahan bekas pemakaman—tapi justru karena keingintahuan Luna untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang Apartemen ini ia pun mencari artikel-artikel yang tersebar di forum internet, sebagian besar memang artikel itu mengerikan, tapi Luna berusaha untuk bersikap biasa dan berpikir bahwa hantu itu hanya halusinasi saja.


Tak lama, Luna mengalami kejanggalan-kejanggalan ketika berada di Apartemen itu. Dia pun mulai sedikit percaya bahwa apatemen itu berhantu, dan mencoba merayu Bundanya untuk segera pindah, namun rayuan itu gagal.

Puncak yang semakin membuat Luna merasakan bahwa Apartemen unitnya ini berhantu adalah saat melihat Bunda yang gak seperti biasanya. Bunda yang biasanya ceria dan energik sekarang terlihat lelah dan pucat setiap hari, kalo pun diajak ngobrol selalu menjawab sekenanya. Saat itu juga, Luna mulai ditugaskan Bundanya untuk merapikan apa-apa sendiri, padahal biasanya pekerjaan itu selalu dilakukan oleh Bunda. Pikiran-pikiran negatif pun mulai merasuki otak Luna yang ragu pada Bunda yang setiap hari jadi beda dari biasanya dan Luna harus membuktikan kebenaran tentang Bunda...

Kenapa bunda berubah?? (Kalo mau tau, silahkan beli di toko buku terdekat.. xixixi , atau ikuti give away dari gue.)

~
Jujur aja, buku ini bikin gue gak bisa tidur kalo malam, padahal gue bacanya pas siang-siang. Tapi karena @rettaniea si penulis, emang jago bikin adegan yang membuat kita membayangkan apa yang ditulis dia. Gue sendiri kagum dengan adegan dimana hantu yang meneror Luna muncul dan ditulis @rettaniea dengan mengerikan sekali, jika dibayangi.

Padahal gue udah nahan supaya gak ngebayangin tuh hantu yang ada di cerita, sayangnya pikiran alam bawah sadar gue, telah memaksa gue untuk membayanginya *nangis*.

Buku ini membuat imajinasi pembaca kelempar jauh membayangkan yang serem-serem. Bagi pecinta novel horror maupun bukan pecinta horror. buku ini pas banget buat nemenin malam lo yang sunyi tanpa seseorang dan Insyaallah tuh hantu yang ditulis @rettaniea akan ada di samping lo. Itupun kalo beruntung :)

 sekali lagi, Intinya buku ini udah bikin gue #Takut dan sadar kalo seram itu bukan hal yang harus ditakuti dan dituruti. Novel Apartemen Berhantu memuat cerita yang jelas, gak rumit.

Novel ini juga memuat sebuah pesan, bahwa kita harus berhati-hati ketika berada dimanapun. Sekian dulu ya Reviewnya.

Satu pertanyaan buat @rettaniea? Emangnya bener yah, mbak anaknya Nana R. Praptini? #MaafGueKepo. Wkwkwkwk

_------_-------_-------_-----_-------_--------_------_-------_------_-------_----_

Oh iya,, buat yang mau buku Apartemen Berhantu gratis.. ikutin petunjuk dibawah ini yah!!

Giveaway “Apartemen Berhantu” untuk satu orang saja.

Gaes, Seperti judulnya, selain Review Gue juga mengadakan Kuis GiveAway untuk mendapatkan Novel “Apartemen Berhantu” secara GRATIS, dari gue sendiri.


GIMANA CARANYA??

Gampang banget. Tinggal:

1. Baca semua cerita Korban Modus Pembegalan dari Part 1 - Part terakhir yang sudah gue posting.

2. Terus, Kalian komentari sekaligus kritik tulisan dari cerita setiap part. Oh iya, komen-nya harus semua part yah!! jangan satu doang. (Bebas tapi sopan)

3. Klik, Join This Site, supaya nanti yang beruntung akan saya kirimi email.

4. Share link blog ini, di twitter atau dimanapun media sosmed :).

5. Orang yang beruntung akan di umumkan di blog ini pada tanggal 30 September 2014.

6. Pemenang dipilih secara acak, dan komentarnya juga tidak asal.

Mumpung blog nya masih sepi, buruan ikutan. Gampang ini kan????

Jadiiiiiiiii, ayu bro tunggu apa lagi. Yukkk, ikuti Kuis GiveAway nya, dan dapetin Bukunyaaa!!! Selagi gratis, kenapa mesti bayar *korban iklan*

Jumat, 26 September 2014

Korban Modus Pembegalan Part 4


Malam Takbiran menjadi malam penyesalan bagi Reza. Sambil duduk manis di bangku depan rumah, Reza berkhayal. Seakan dunia berhenti berputar, dan didalam situasi yang berat ini, Reza ingin sekali mengembalikan waktu dari awal pagi tadi.

Reza melihat bintang dilangit. Dia bergumam,
"Gue nyesel, kenapa  gue tadi pergi ngabuburit."

Wushh!

Khayalan itu menghilang, ada sedikit kejanggalan  yang membuat Reza ketawa cengingikan. Tepat didepannya ada anak kecil yang baru saja datang meminta uang kepadanya. Semuanya  tidak terlihat normal karena......... ANAK KECIL ITU NGONDEK!!!

Aneh tapi nyata, kelakuan laki-laki sekarang sudah kelewat batas, bukan lagi satu, sekarang hampir seluruh laki-laki ngondek. Anak kecil saja sudah ngondek, malu boz sama tuhan yang udah nyiptain kita dengan kesempurnaan yang luar biasa ala kadarnya.. FIUHH!!

Lanjut Cyin...!!  Astagfirlloh, keceplosan.


Anak kecil itu sesaat dapat membuat Reza tertawa, dan membuat kejadian begal tadi terlupakan.

Ketika hati Reza berduka, Anak kecil itu dengan konyolnya nari-nari didepan Reza sambil nedengin tangan, sempaknya pun kemana-mana, warna biru. Entah kenapa saat itu Reza jadi inget momen--menyebalkan.

Pernah waktu itu, disaat air hujan mengguyur bumi dengan deras,  Reza telanjang ditengah jalan, sambil main gupakan. Sendirian.

Hujan berenti dengan begitu cepat, masalahnya Rapit memergoki Reza yang sedang telanjang ditengah jalan. Rasa panik pun mulai bermunculan, sebab malu. Momennya pas banget, karena Rapit sedang meminum es, awalnya Reza kira Rapit akan menawarkan es yang diminumnya, tetapi es itu malah digunakan Rapit  untuk menimpuk Reza, mungkin di pikiran Rapit, si Reza adalah orang gila yang gak tau malu.

Disaat seperti itu gue mau menangis dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, percuma jadi ketua genk kalo anak buah sendiri aja, berani nimpuk pake es.

Sedih tapi mau gimana lagi, Reza bertubuh kecil dan Rapit bertubuh dua kali tiga sama dengan lima kali lipat tinggi dari adeknya Reza. Hari itu Rapit memakai jaket tebal dan rambutnya menyerupai bulu kucing anggora. Alias keren. Tapi rambut Reza menyerupai bulu ketek-anak-balita.


“HAHAHAHA.” Tiba-tiba Reza tertawa dan tersadar dari ingatan menyebalkan itu.

Si-Anak-Kecil-Yang-Ngondek itu masih berdiri dihadapan Reza. Tidak lama kemudian, Reza mengeluarkan uang dari kantungnya untuk diberikan ke Si-Anak-Kecil-Yang-Ngondek itu. Agar cepat-cepat menyingkir dari hadapannya, lama-kelamaan gerakan tari Si-Anak-Kecil-Yang-Ngondek-Itu makin menggelikan. Iyah, dia nari ondel-ondel.

Zzzzzz...zzzzzz
Suara mesin motor yang dimatikan terdengar dekat di telinga Reza. Ternyata, suara itu berasal dari motor orangtua-nya Hilmi yang berhenti disamping Rumah Reza.

Bersambung...

Kamis, 25 September 2014

PERTEMPURAN BOLENG


•

Baca ini ==>> Boleng adalah tim sepak bola dan tim petualang yang   gue bentuk ketika gue masih di bangku sekolah dasar. Sebelumnya  gue membuat genk sepeda dengan nama The Tarix Jabrix karena terinspirasi dari film bioskop. Tapi genk sepeda gue mengalami kejadian mengerikan, Salah satu teman gue bernama Azis, telah meninggal karena tertusuk stang sepeda setelah melakukan balapan dengan genk lain. Semua anak Genk sepeda The Tarix Jabrix pun pada celeng, ketakutan. Dari situlah nama Boleng terbentuk, yang artinya Bocah Celeng. :)


~~
LAYAKNYA anak STM yang suka bertempur, tim Boleng ini juga sedikit nakal dan konyol pada saat puncak kejayaannya, karena saat itu tak dapat dikalahkan dalam Sparing Futsal dan Sepak Bola. Kebanyakan orang, kalau kalah ketika sparing bola, pasti selalu emosi  dan berujung dengan kekerasan. Boleng pernah mengalami hal itu.

Gue yang sedang duduk-duduk sambil memakan siomay, mengobrol kepada abang tukang siomay mengenai pertempuran tim Boleng.

“Gini bang, kemaren gue udah kelar sama genk sepeda gue. Dan sekarang gue buat lagi tim sepak bola dan tim petualang dengan nama Boleng.” kata Gue sambil memakan siomay.

“Boleng apaan? kayanya seru-tuh, ceritain dong tentang Boleng!”

“Idih, abang kepo.” Gue pun tertawa, hingga tersedak.

“Ck. Gapapa-lah, abang gedek nih nungguin lu makan siomay lama banget.”

Gue kaget.

“Iyadeh bang, gue ceritain”.

Jadi gini....
“Setelah genk sepeda The Tarix Jabrix itu kelar,  gue pun buat sebuah tim pake nama Boleng. Anggotanya juga Cuma sedikit. Kami hobi sekali berpetualang, pernah waktu itu kami sparing bola sampe-sampe tempur hingga mengalami kejadian yang tak bisa dilupakan begitu saja *Masang muka serius*.”

“Tempurnya gimana tuh?”.

“Bentar dong, nelen pare dulu nih nanti juga di ceritain”.

"Yayaya." sambut si abang tukang siomay.

HMMPP...
“Pertempurannya tuh tidak menggunakan tombak, tetapi menggunakan buah yang sering dipakai untuk bermain bola api.”

“Emang tempurnya dimana?” tanya si abang tukang siomay

Gue melihat ke arah tukang siomay dan memasang muka bete.

“Yaudah lanjutin.” Kata abang tukang siomay yang merasa tidak enak.

   “Anggota Boleng sisa-genk-The-Tarix-Jabrix, hanya tempat orang saja. Yaitu, gue, Aan, Aldo, dan Hilmi. Anak-anak The Tarix Jabrix  yang dulu, telah pindah rumah entah kemana.” Sambil menyuap siomay menggunakan kaki. “Kami berempat tidak berputus asa dalam membangun Boleng ini”. Hentak Gue ke tukang siomay, dan melanjutkan cerita.

Abang Tukang siomay Tersenyum.

“Semenjak gue main berempat terus. di depan rumah Hilmi ada sebuah pintu masuk ke sebuah perkomplek'an yang namanya sangat menyeramkan... urghh.. yaitu Puspita Loka.. serem banget kan namanya bang.”

“Serem dari mana dek? Kalo namanya komplek bekas kuburan baru tuh serem.” si Abang tukang siomay sewot karena merasa dibohongi.

“Ya kan Cuma bercanda :D,” Gue tersenyum dan sedikit pura-pura ketawa.

“Terus ngapain di komplek itu?” tanya abang tukang siomay. mulai resep dengan ceritanya.

“Gue berempat di komplek itu berniat melanjutkan petualangan genk yang telah hilang beberapa tahun ini. Kami berpetualang ke tiga tempat menggunakan peta seperti (Boleng the explorer).

~ Tempat yang pertama~
 Adalah sebuah taman yang di sebut taman Teletubies, kami membuat beberapa permainan seperti, gelantungan dari cabang daun kelapa, membuat arena balap sepeda, dan membuat gawang bola untuk tempat main bola di taman itu. Tapi Gue masih bingung ‘siapakah pembuat nama taman itu?’. Akhirnya gue ada niatan untuk menganalisa hal ini dengan teliti.

Kemungkinan Asal Mula Taman Teletubies:

1. Dahulu Teletubies tinggal di taman itu. Kemudian mereka mati karena dibunuh oleh warga komplek Puspita Loka. Kemudian tempat itu angker dan sering disebut Taman Teletubies.

2. Teletubies poop sembarangan dan bermain di tempat dia poop, sehingga membuat mereka mati karena ke-bauan kotoran mereka sendiri. Lalu warga menghormati dan mengenang kematian Teletubies dengan menamakan Tempat bermain yang di pakai poop si Teletubies.


3. Taman itu hanya mirip dengan taman di film Teletubies yang sering dipakai Teletubies untuk bermain, bersenang-senang, sampai-sampai melihat dan mendengarkan cerita orang lain yang ada di perut salah satu Teletubies.

4. Nama taman itu hanya  nama asal untuk membuat anak kecil senang dan tersangkanya adalah orang yang main di taman itu bersama anaknya. “SIAPAKAH DIA?”

Di Taman Teletubies itu banyak sekali pohon kelapanya, jadi ketika Aldo hampir mati kehausan, Gue langsung memetik kelapa yang ada di taman itu demi menjaga solidaritas.

   ~Tempat kedua~
Adalah perosotan Tanah Merah, ‘iyah. Tanahnya merah’, mungkin pergabungan antara tanah basah dengan tanah kering (ini ngasal brew). Di Tanah Merah itu bukanlah taman bermain, melainkan tempat pembuangan sampah yang dimanfaatkan untuk bermain. Karena menipisnya tempat yang dapat digunakan untuk bermain, yah kami terpaksa main di tempat pembuangan sampah. Kadang kalo lagi disana, terus tiba-tiba laper, gue dan yang lainnya makan sampah.

Lama kelamaan gue mulai merasa kurang nyaman dengan kurangnya lapak bermain. Jadinya Gue and friend berniat untuk mengirim surat kepada pemerintah mengenai permintaan Taman Bermain yang besar.

Menulis  surat untuk pemerintah lumayan sulit, tapi dengan bantuan Aldo surat itupun terselesaikan. Walaupun ngaco.

Satu lagi masalahnya, Gue dan yang lainnya sama sekali tidak tahu cara mengirimkannya kepada pemerintah. Udah gitu Aldo, sudah pulang kerumahnya untuk nyetor muka.

Dengan saran Hilmi, surat itu dikirim dengan memasukkan suratnya ke salah satu kotak surat di komplek Puspita Loka, Gue sendiri tidak tahu apakah kotak surat itu tempat mengirim surat ataukah tempat menerima surat. #NamanyaJugaAnak-Anak

Banyak sekali pengalaman yang terjadi di perosotan Tanah Merah itu, pernah waktu itu Gue, Aan, dan Hilmi kesambet setan penghuni tempat itu. Kami bertiga lupa bahwa dilarang pipis sembarangan. Cuman karena pipis, gue bertiga sakit berbarengan selama tiga hari.

Gue rada ngenes, kenapa Aldo gak ada pada saat menyebalkan itu. Emang KAMPRET BANGET DAH SI ALDO.

 ~Tempat ketiga~
Adalah Rumah Pohon yang banyak sekali kenangan tim Boleng terjadi di sana. Sewaktu itu ada tiga anak komplek Puspita Loka, menantang kami main bola atau Sparing sepak bola. Kami yang sedang berada di Rumah Pohon, langsung turun dengan tergesa-gesa, mengapa bisa?  Karena bagi tim Boleng sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupan. hehehe...

 Anyway, gue bertiga  mengadu bola di lapangan yang ada di komplek itu, yaitu di Taman Teletubies yang gawangnya sudah gue, Aan, Hilmi, Dan Aldo buatkan.

Di rumah pohon ada bola simpanan kami yang baru beli kemaren sore. Tapi sialnya adalah celana Aan robek kena paku ketika turun dari rumah pohon. Aan mulai ngerasa males untuk ikutan Sparing, tapi gue dan Hilmi terus memaksa Aan agar segera ikut Sparing.

     Gue, Aan, dan Hilmi tidak mengenal sama sekali ketiga anak itu. Karena Hilmi orangnya sok gaul and sok kenal (SKSD) dia pun menanyakan nama ketiga anak yang ngajak kami Sparing sepak bola. Ternyata nama mereka adalah Aji, Philips, dan Angel. Dilihat dari namanya saja sudah seperti pemain-pemain termahal karena mereka orangnya bersih, putih dan anak orang kaya. Sedangkan gue bertiga seperti pemain Goceng-an yang dipakai untuk disuruh beli rokok.

Memang dari ketiga anak itu, ada salah satu anak perempuan yang ikut bermain bola. Gue menjadi kesulitan karena mereka bermain dengan membuat peraturan sendiri, misalnya, ketika hands ball di tengah lapangan, akan terjadi tendangan penalti, kiper tidak boleh maju, jangan menyentuh tubuh Angel. Itulah yang bikin susah memenangkan pertandingan ini.

  Tapi dengan semangat 45 serta juang-beruang yang tinggi kami pun memenangkan pertandingan ini dengan skor tlak 5-2 yang telah dimenangkan oleh tiga anak kecil yang tidak tahu aturan main sepak bola ( Gue, Aan, Hilmi ).
   
Setelah kami memenangkan pertandingan itu, tim mereka pun tiba-tiba emosi tinggi, sehingga dia mengajak kami ribut one by one. Tetapi karena nyali gue bertiga kecil, kami pun hanya bisa lari sambil main kata-kataan nama. Aji menjadi Ajinomoto, Philips menjadi lampu tahan lama, dan Angel menjadi malaikat dalam hidup gue ( ebuseeh ngarep ).
 
Kami mengatakan sambil melet-melet lidah. ngeledek. Dengan tanpa sengaja gue melihat sebuah bola api, entah apa yang gue pikirkan akhinya gue melempar bola api itu ke arah mereka. Mereka bertiga yang tidak mau kalah, melempari kami bola api juga.

Banyak sekali masalah2 yang terjadi, ada kaca yang pecah pada salah satu rumah di komplek itu, ada juga mobil yang alarmnya berbunyi, dan ada kuproy yang matanya copot ( waduh.. ko bisa!!? ).
 
Perperangan itu terjadi lebih dari 10 kali, itu karena kami dan mereka belum juga berdamai, apalagi Aji yang selalu mengatakan kami Bocah Sableng, itulah yang membuat darah kami menjadi tinggi tetapi tidak dengan tubuh kami yang berharap untuk tinggi.
 
Suatu saat kami kehabisan amunisi (senjata bola api). Aan pun mempunyai ide untuk mengunakan batu kerikil-kerikil kecil, hilmi pun setuju, akhirnya gue ikut-ikutan setuju.

Akibat menggunakan batu, salah seorang dari mereka ada yang terkena oleh lemparan batu Hilmi, ternyata yang terkena adalah kepala Aji-nomoto. Kepala Aji pun bocor dan berteteskan darah se-ember akibat kena batu kecil lemparan Hilmi.

 Aji-nomoto adalah seorang Anak Mami. Untung saja dia tidak mengetahui keberadaan rumah gue, Aan, dan Hilmi. Itu membuat gue bertiga sedikit tenang dan bahagia.

Gue, Aan, dan Hilmi tidak berani lagi ke komplek itu karena takut dicari oleh satpam. Kebocoran kepalanya Aji membuat pertempuran itu menjadi pertempuran terakhir bagi tim Boleng dengan genknya Aji.

 Gue masih memakan beberapa siomay. "Gitu bang ceritanya." Siomay di piring gue tinggal satu.

 “Oh jadi gitu ceritanya." Abang Tukang siomay merasa puas mendengarkan dongeng dari Gue.

“Iyah bang, memang kejadian itu gak bakal bisa gue lupain kayanya.”

“Bagus deh kalo gitu. Btw, temen-temen kamu yang pada gajelas itu masih ada gak?”

“Yah masih lah bang, masa iya udah K.O.”  Gue tertawa sendiri. “Nih, paling abis ini gue mau nyamper temen-temen gue.” sahut gue. Dan siomay gue pun abis.

“Ouh, yadah. Itu udahan kan makannya." Abang tukang siomay Menunjuk ke piring yang gue pegang "Mana piringnya.”

“Nih bang *sambil mengembalikan piring siomay. Jadi gratis kan bang? Tadi kan saya sudah nge dongengin abang.”

“Ebuseh deh. Gigi lu bejidat gratis. Emangnya lu mao gua sunat dua kali.”

“Eh-Eh gak deh bang, Nih.” Gue pun membayar siomay itu.

Setelah abang tukang siomay pergi, Gue langsung menuju rumah untuk segera tidur. Memang tadi gue bulang sama abang tukang siomay, mau nyamper temen-temen gue. Tapi itu Cuma bohongan, supaya tuh abang tukang siomay cepet-cepet pegih.

Sabtu, 20 September 2014

Rahasia si Untung


Di antara kalian semua pasti ada yang kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek, iya kan. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu mehampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan uang recehan!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit". Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School .
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk kalian semua.

SELAMAT BERMALAM MINGGU :D.............. by : @aura_sanchia_22
XD

Selasa, 16 September 2014

Derita Guru Killer


Seorang guru di sekolah Madaniyah, atau sekolah yang berada di Graha Raya Bintaro. Mempunyai sikap yang kurang adil. Dia bisa dibilang guru killer yang melebihi sekolah-sekolah lain, kesehariannya saat mengajar sangatlah seram layaknya Rambo. Dari mulai melotot kepada murid, hingga memaksa murid untuk menyembah jamban.

Guru itu sebut saja Pak Reges, dia selalu memakai jas hitam dan sepatu pamtofel ketika mengajar di dalam kelas. Wajahnya seram, apalagi setelah melihat siswa melanggar aturan, penggaris besi pun bisa menempel di pipi siswa.

Siswa bernama Abdur adalah siswa yang seringkali merasakan sakitnya pukulan penggaris dari Pak Reges, berbagai hinaan pun keluar dari mulut Abdur. Karena tidak terima atas apa yang dilakukan Pak Reges, Abdur mengancam akan mengadukan hal ini kepada kakaknya, SEORANG PREMAN PASAR.


Sebagai seorang guru, Pak Reges harus selalu menjaga imagenya. tegas, keras, dan galak. Di depan semua murid dia selalu menjaga imagenya. Iyah, Pak Reges demen melotot, seakan-akan bola matanya mau keluar. Terkenal dengan guru tergalak dari yang tergalak, Pak Reges menyembunyikan kepribadian yang sangat baik. Dia mengasiani anak yatim.

 Ada salah satu murid di sekolah Madaniyah, namanya Supri. Termasuk salah satu anak yatim tulen di sekolah itu. Setahu Supri, Pak Reges sangat baik hati. Berawal dari kejadian di saat Supri kurus kering tidak mempuyai uang jajan, Pak Reges pun datang.

"Hy, Supri. Badan kamu kok Kaya lidi, Pri."

"Ah, Bapak. Saya begini juga gara-gara belum makan dua kali...."

"Yah kamu, Pri. Cuma gara-gara kamu belum makan dua kali aja, badan kamu jadi kurus kering begitu." *Pak Reges Ketawa*

"Iya Pak, saya belum makan dua kali. DUA KALI RAMADHAN!"

"..."

Pak Reges turut berduka cita kepada Supri, ia mengeluarkan dompet untuk memberikan Supri uang agar badannya tumbuh kembali dengan normal.

Mendengar kelakuan gurunya, Hati Supri tersentuh. Karena yang ia tahu Pak Reges tidak terlihat berprikemanusiaan. Tapi ternyata Pak Reges sangat baik, walaupun cuma sama anak yatim.


Siapa sangka seorang guru galak seperti Pak Reges, terkadang terlalu baik kepada siswa yang disenanginya. Bukan hanya diluar sekolah, di lingkungan sekolah pun sama, Pak Reges selalu tersenyum kepada Supri tapi tidak dengan siswa lain, dengan sebab bukan anak yatim. Muka seperti rambo, itulah hinaan dari beberapa siswa di sekolah Madaniyah.

Waktu itu, ketika Pak Reges sedang asik memainkan laptopnya di ruang guru, dia didatangi oleh pemuda brangas, seram, kayak kuburan. Pemuda itu langsung memukul ke arah wajah Pak Reges, Pak Reges nangis cengingikan.

Hal itu membuat guru lain dan siswa di sekolah Madaniyah bergerumbul dan melihati Pak Reges yang sedang dipukul terus menerus oleh seorang pemuda sangar.

Ternyata pemuda itu, adalah kakaknya Abdur. Abdur ternyata benar-benar mengadu kepada kakaknya. Abdur merasa tidak senang dengan sikap Pak Reges yang sering memukul pipi-nya pake penggaris. Di sela-sela itu, Supri maju satu langkah dari gerumbulan orang biadap yang hanya terdiam ketika melihat ada guru yang dihina.

"Ini pada kenapa sih, ada guru yang dipukuli malah dilihatin doang."

Abdur menyahut, "Lo juga diem aja kan, cuma cengo ngeliatin.. hahaha *ketawa cengingikan*"

"Eh lo Dur, jangan sampe gua tangkep lo kalo gue udah jadi polisi."

"Halah, gembel kayak lo mana bisa jadi polisi?"

"Bisa ajaaa, Tapi... Polisi tidur." Kata seorang temannya Abdur.

Supri terdiam. Tiba-tiba dia mimisan.

Beberapa menit kemudian, Pak Reges sudah babak belur, mukanya pada biru *bengkak* akibat pukulan dashyat dari kakaknya Abdur. Seorang siswa seperti Supri tidak bisa berbuat apa-apa, tanpa ada yang mendukungnya.

Supri mengingat kembali (Flashback) ketika dia berdua dengan Pak Reges memakan nasi garam. mereka berdua suap-suapan garpu sampe kecolok mata, dan ketek mereka berdua sama-sama asin akibat garam yang dimakannya berlebihan.

Kenangan demi kenangan teringat oleh Supri, dia bingung harus melakukan apa. Jam terdengar berdengung di telinganya, keringat sudah mulai bercucuran, upil berkeluaran. Akhirnya Supri mengambil keputusan, kalau dia harus ikut terdiam melihati Pak Reges yang dipukuli kakaknya Abdur.


Keesokan harinya, Supri meminta maaf karena terdiam melihat Pak Reges dipukuli.

Keajaiban datang karena sikap Pak Reges berubah. Yang tadinya terlihat seram sekarang terlihat selow, cara mengajarnya pun berubah, yang tadinya mukul pake penggaris sekarang pake buku tulis. Supri senang setelah melihat perubahan sikap Pak Reges kepada siswanya. Anak yatim atau bukan sekarang terlihat setara di mata Pak Reges.

Arsip Blog